Category Archives: Pesawat
Jika Bumi Berputar, Mengapa Atmosfer Tidak Hilang ke Ruang Angkasa?

by | 06-11-2009

post-arrow

Jika Bumi terus berputar, mengapa atmosfer nggak hilang ke ruang angkasa? Apa Atmosfer tersebut tetap aja di tempatnya, dan tidak terpengaruh oleh perputaran Bumi? Agar dapat meninggalkan planet, udara harus bergerak dengan kecepatan yang sama dengan escape velocity. Ini berarti bahwa atmosfer harus bergerak seperti angin sangat kencang. Pada dasarnya, pergerakan Bumi tetap mempengaruhi angin., namun pengaruhnya tidak cukup besar untuk menembus escape velocity. Namun demikian, ada juga beberapa molekul udara yang mencapai escape velocity. Inilah sebabnya, mengapa atom paling ringan seperti Hidrogen dan Helium dapat mengorbit di bagian atas atmosfer. Artikel disarikan dari : Kalau Einstein lagi Cukuran Ngobrolin . . . . . .

Gerhana Matahari 26012009

by | 01-26-2009

post-arrow

(Sumber : Eclipse) Hari ini, 26 Januari, sekitar pukul 13.06, akan terjadi gerhana Matahari. Gerhana Matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Nah, kalau gerhana Matahari yang terjadi siang ini, diperkirakan adalah Gerhana Matahari sebagian, lebih tepatnya sih bentuknya bakalan seperti cincin. Yang seperti ini termasuk ke dalam gerhana Matahari annular, dimana diameter Bulan terlihat lebih kecil daripada diameter Matahari, sehingga saat puncak gerhana, Matahari akan terlihat sebagai cincin. Diameter disini bukan dalam artian diameter yang sebenarnya, tetapi ukuran lingkaran yang terlihat oleh mata kita. Nah, sebenarnya gerhana ini . . . . . .

Lalu Lintas di Angkasa

by | 01-13-2009

post-arrow

Planet-planet beredar dalam lintasan yang bernama orbit. Orbit-orbit tersebut tersusun sedemikian rupa, sehingga hampir tidak mungkin bertabrakan satu sama lain, kecuali ada benda asing yang kemudian muncul. Benda asing? Bisa jadi meteor. Tapi bukan planet lain. Sekali lagi, sistem Tata Surya kita telah diciptakan sedemikian rupa sehingga planet dengan planet tidak akan bertabrakan. Bagaimana dengan satelit yang dimiliki planet? Apakah sistem orbitnya pun sudah teratur sedemikian rupa? PBB menyimpan daftar dan pusat data NASA yang ditugaskan untuk penempatan satelit, tetapi hanya satelit-satelit komunikasi yang menjadi subjek pengendalian praktis. Makanya, setiap satelit ini harus didaftar untuk negara tertentu, dengan alasan pertanggungjawaban . . . . . .

Jejak Pesawat Jet Vs Jejak Pesawat

by | 11-09-2008

post-arrow

Siang yang indah. Bandung hari ini untungnya ceria dan langit pun berwarna biru. Saya sedang muter-muter di dalam kampus, lihat-lihat pengumuman apa gitu, biar nggak ketinggalan zaman :-p Eh, lagi asik-asik menikmati cuaca yang nggak begitu panas, mata saya menangkap sebuah pesawat jet yang sedang bergerak dalam sebuah garis lurus. Hayyah, tadinya saya kira itu pesawat terbang. Tapi beberapa detik kemudian, saya ambil kesimpulan bahwa itu bukan pesawat terbang. Kenapa? Karena pesawat terbang tidak akan meninggalkan jejak di langit, sementara jet akan meninggalkan jejak berupa garis lurus yang tampak putih. Tau nggak, jejak pesawat jet ini ada namanya lho. Kontrail. . . . . . .

Kosmologi Kuno Tentang Jumlah & Nama Hari Dalam Sepekan

by | 03-29-2008

post-arrow

Jumlah hari dalam satu pekan berawal dari kosmologi kuno. Dalam kosmologi kuno Yunani-Romawi, langit digambarkan sebagai tujuh lapis lingkaran dengan Bumi berada di tengah-tengahnya. Setiap lapis adalah garis edar benda-benda langit mengelilingi Bumi. Langit pertama diisi oleh Bulan, dan kemudian berturut-turut Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter dan Saturnus. Planet-planet tersebut (kecuali Matahari dan Bulan) dinamai berdasarkan dewa-dewa dalam mitologi Yunani-Romawi. Benda-benda langit tersebut dipercaya mempengaruhi kehidupan di Bumi dari jam ke jam. Pengaruhnya bergantian dari langit ke tujuh (Saturnus) hingga langit pertama (Bulan). Jam pertama dipengaruhi oleh Saturnus, sehingga hari pertama ditetapkan sebagai Saturn’s day (Saturday). Saturn adalah nama dewa . . . . . .

Kilogram Untuk Massa, Bukan Berat

by | 03-20-2008

post-arrow

“Saya merasa makin gendut nih” “Lho, kenapa? Memangnya berat kamu naik? Berapa beratmu sekarang?” “Kayaknya berat saya naik, jadi 50 kg sekarang” ————– Percakapan seperti diatas sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Percaya kan, kita sering mencampuradukkan pengertian massa dengan berat. Padahal keduanya berbeda. Yuk kita lihat, apa itu berat, apa itu massa. Berat adalah besarnya gaya yang dialami benda akibat gaya gravitasi bumi pada benda tersebut. Sedangkan massa adalah banyaknya zat yang terkandung di dalam benda tersebut. Jika kita mencampuradukkan pengertian tersebut dalam bahasa santai, bahasa sehari-hari, tentu saja tidak ada masalah. Namun, dalam fisika dan ilmu pengetahuan eksak, . . . . . .

Milenium dalam Perspektif Matematis Astronomis

by | 03-06-2008

post-arrow

Angka nol menjadi masalah juga dalam menelusuri sejarah masa lampau. Ada ungkapan tahun sebelum Masehi dan sesudah Masehi yang terputus karena tidak dikenalnya tahun nol. Urutan tahun di sekitar pergantian sistem kalender Masehi adalah tahun 2 SM (sebelum Masehi), 1 SM, 1 M, 2 M, dan seterusnya. Penulis sejarah Matematika, dengan menggunakan notasi matematis menuliskan urutan tahun tersebut sebagai tahun -2, -1, 1, 2, dan seterusnya. Astronomi sebagai ilmu yang berperan menelusuri waktu kejadian di masa lampau tidak menggunakan notasi matematis seperti itu. Secara astronomi, tahun 1 SM dianggap sebagai tahun 0 untuk memudahkan perhitungan waktu dalam penelusuran balik kejadian . . . . . .

Teori Relativitas Einstein Dalam Dunia Nuklir

by | 02-20-2008

post-arrow

Salah satu manusia paling ajaib sepanjang sejarah adalah Einstein. Si penemu besar, peraih Nobel, ah, apalagi ya? Manusia hebat! Pada tahun 1905, Albert Einstein, mempublikasikan Teori Relativitasnya. Berdasarkan teori ini, hubungan antara massa dan energi diekspresikan dengan persamaan E =(mc)^2, yang menyatakan bahwa jumlah energy (E) adalah sebanding dengan massa (m) dikalikan kuadrat kecepatan cahaya (c). Sebuah partikel zat yang sangat kecil adalah ekivalen dengan jumlah energi yang sangat banyak. Ironisnya, hal ini juga berarti bahwa 1 kg (2.2 lb) zat jika dikonversikan ke energi akan sama dengan energi yang dihasilkan dengan meledakkan 22 megatons TNT (Tri Nitro Toluena). Pada . . . . . .

Sinkronisasi Bumi-Bulan

by | 02-16-2008

post-arrow

Dalam buku “Menjelajah Keluasan Langit Menembus Kedalaman Al Quran”, Dr. Moedji Raharto—Staf Pengajar dan Peneliti pada Kelompok Keahlian Astronomi ITB—menyebutkan bahwa antara Bumi-Bulan terjadi sinkronisasi. Sinkronisasi ini terjadi karena Bumi mengerem rotasi Bulan dan sebaliknya, Bulan pun mengerem rotasi Bumi. Sinkronisasi rotasi Bumi-Bulan akan menyebabkan periode revolusi Bulan sama dengan periode rotasinya, yaitu 27,3 hari. Hal ini akan menyebabkan wajah purnama yang tak pernah berubah. Selain itu, rotasi Bumi diperlambat sehingga hari makin panjang 0.002 detik dalam seabad dan bulan menjauh sekitar 3,5 cm per tahun. Kelak, ratusan juta tahun mendatang rotasi Bumi pun menjadi sinkron dengan rotasi dan revolusi . . . . . .

Mengapa 1 Tahun 12 Bulan?

by | 02-08-2008

post-arrow

Pernah kepikiran, mengapa 1 tahun =12 bulan? Satu tahun adalah jangka waktu satu musim ke musim berikutnya, misalnya dari musim hujan sampai musim hujan atau musim panas ke musim panas berikutnya. Karena musim ditentukan oleh peredaran Bumi mengelilingi Matahari, maka lebih tepat kalau disebutkan bahwa satu tahun adalah jangka waktu tempuh Bumi mengelilingi Matahari satu putaran. Menurut perhitungan astronomi, Bumi mengelilingi Matahari dalam waktu 365,2422 hari. Itu kira-kira 12 bulan. Artikel disarikan dari sumber asli (Bumi Bulan Matahari) oleh :T. Djamaluddin, LAPAN-Bandung