About: Yessi Pratiwi

Recent Posts by: Yessi Pratiwi
Capung Berendam ya?

by | 07-28-2009

post-arrow

Suatu sore yang syahdu, haha. Saya masih ingat, tanah kelahiran saya di daerah Balige (Sumatra Utara) adalah tempat yang sangat asri. Banyak jenis tumbuhan maupun hewan yang bisa dengan mudah saya jumpai; mulai dari tumbuhan liar yang ternyata dijadikan lalap makanan oleh orang Sunda, hingga hewan-hewan kecil yang ternyata susah ditemukan di kota. Salah satu hewan yang paling saya suka saat masih di Balige adalah Capung. Kalau sekarang sih, menemukan capung bukanlah hal yang terlalu sulit di Bandung, tapi nggak gampang juga. Nah, kalau lagi beruntung menemukan capung, amati deh kebiasaannya. Capung ini suka berendam di air lho. Tapi uniknya, . . . . . .

Ketindihan Sewaktu Tidur

by | 07-24-2009

post-arrow

Mungkin diantara temen-temen ada yang pernah mengalami “Ketindihan” sewaktu tidur. Banyak orang yang lantas menganalogikannya sebagai gangguan mahluk asing, setan, dll. Dooh, hari gini masih berpikiran klenik? Dunia kedokteran punya istilahnya : Sleep Paralysis. Penasaran? Yuk kita bahas! ;) Gejala yang awam dirasakan oleh orang yang pernah mengalaminya adalah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak. Rasanya ada yang menindih tubuh kita, tapi kita nggak bisa berbuat sesuatu untuk minta tolong. Biasanya, akan ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga . . . . . .

Warna Awan

by | 07-18-2009

post-arrow

Kenapa warna awan berubah-ubah, dan nggak sama? Apa sih yang menentukan warna awan? Warna awan sangat dipengaruhi oleh Matahari, bisa juga dipengaruhi oleh warna awan sekitarnya. Lha koq? Sebenarnya, semakin tebal awan, semakin gelap warnanya. Bila sinar Matahari menimpa awan, air di dalam awan dapat memantulkan sinar Matahari atau menyerapnya. Efeknya akan menipiskan atau mencairkan kekuatan cahaya Matahari yang menembus awan. Warna asli awan adalah putih. Jadi, jika panjang gelombang sinar tampak dari Matahari, di dalam spektrum sinar Merah hingga Lembayung, sinar tersebut akan terpencar secara merata, menghasilkan sinar putih. Jadi, jika awan tidak menutupi Matahari, warnanya akan putih. Nah, . . . . . .

Koq Air Laut Nggak Membeku?

by | 07-18-2009

post-arrow

Mengapa Air Laut Tidak Membeku? Bu guru bilang, suhu pembekuan tetesan airadalah sekitar 1 derajat, untuk setiap 75 satuan tekanan yang disebut atmosfer. Apakah dengan ini kita bisa menyatakan bahwa titik beku juga akan berubah karena tekanan? Apakah tekanan akan mempengaruhi titik beku air? Yuk ikuti ceritanya sampai akhir! :) Air di laut tidak membeku tidak membeku, disebabkan oleh beberapa faktor. Disamping tekanan, faktor salinitas dan panas juga mempengaruhinya. Air laut merupakan air garam, dimana garam turut serta dalam proses pembekuan. Tetapi, pada kedalaman satu mil, terdapat panas yang berasal dari dalam Bumi yang perlu dipertimbangkan, karena tentu saja, tidak . . . . . .

Apakah Kompas Selamanya Menunjukkan Arah Utara?

by | 07-18-2009

post-arrow

Kita sering mendengar, kalau tersesat di hutan atau dimana pun dimana kita nggak tahu arah, gunakanlah kompas. Namanya juga alat penunjuk arah, seketika alat ini akan menunjukkan arah Utara, sehingga kita dapat mengetahui arah mata angin lainnya. Ups, ngomong-ngomong, kita nggak sedang membicarakan Koran Kompas ya ;) Andaikan pemikiran usil kamu itu datang. Dan kali ini, terbersit pertanyaan, “Apakah jarum kompas tetap akan menunjukkan ke Utara, seandainya bidang magnet Bumi berubah arah?” Jarum kompas adalah sebuah magnet kecil yang sejajar dengan garis-garis bidang magnetik Bumi; dimana garis-garis imajiner ini berkumpul di Greenland. Jika terjadi perputaran mendadak seketika pada bidang magnet . . . . . .

Recent Comments by: Yessi Pratiwi

  • 1

    08-02 on Warna Awan

    @ Sardi : Langit di atas Dalem Kaum, Bandung
    @ Pak Ibnu : Maaf Pak, gambar diatas memang tampak seperti asap di gambar, tapi memang awan :)

  • 2

    Hai, Mas Nurcahyadi.

    Argumen Mas Roju rasanya lebih baik dalam penalaran saya. Jauh lebih baik.

    Lantas, jika pertanyaannya dikembalikan kepada Anda, bagaimanakah Anda menjawabnya? Biarkan versi kita masing-masing jadi lebih fair :)

  • 3

    Hai Yulinda,

    Hati-hati dengan huruf besar.
    Fakta penciptaan memang yang sedang kita bahas, bukan sesuatu yang harus dibuang dari khasanah ilmu pengetahuan. Terlalu sayang rasanya, kita diberi nalar namun tak memanfaatkannya untuk berdiskusi dan berbahasa dengan baik.

    Semoga pengetahuan Anda bertambah sesudah membaca artikel ini, karena kita tidak sedang membicarakan fakta atau pembodohan yang harusnya tidak eksis dalam khasanah ilmu pengetahuan.

    Terimakasih. Salam.

  • 4

    Trus gimana2.. koq malah menurut jawaban saya nggak ada ikan ya? :-?

  • 5

    Oh iya ya Mas, ternyata sesudah saya Googling, hasilnya juga warna putih, buat yang no.4

  • 6

    Terimakasih, Usfuri

    Saya harap Anda tidak memandang secara parsial atau terkonsentrasi pada satu kalimat saja.
    Kalimat-kalimat lain menegaskan bahwa usus buntu paling banyak berperan saat mengalami infeksi, alias ketika kita sedang sakit, persis seperti yang ditemukan oleh dokter German tersebut.

    Tidak ada yang patut dipertentangkan, dalam pemahaman saya :)