capung.jpgSuatu sore yang syahdu, haha. Saya masih ingat, tanah kelahiran saya di daerah Balige (Sumatra Utara) adalah tempat yang sangat asri. Banyak jenis tumbuhan maupun hewan yang bisa dengan mudah saya jumpai; mulai dari tumbuhan liar yang ternyata dijadikan lalap makanan oleh orang Sunda, hingga hewan-hewan kecil yang ternyata susah ditemukan di kota.

Salah satu hewan yang paling saya suka saat masih di Balige adalah Capung. Kalau sekarang sih, menemukan capung bukanlah hal yang terlalu sulit di Bandung, tapi nggak gampang juga. Nah, kalau lagi beruntung menemukan capung, amati deh kebiasaannya. Capung ini suka berendam di air lho. Tapi uniknya, yang direndam bukannya mulutnya (kita kan berpikir doi sedang minum), melainkan perutnya.

Selidik punya selidik, ternyata yang sedang dilakukan oleh capung tersebut adalah meletakkan telur-telurnya. Well, capung betina akan meletakkan telur-telurnya ke dalam air, dimana kemudian telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva. Kadang, capung juga memasukkan telur-telurnya ke dalam batang tumbuhan air yang terendam, atau kadang dioleskan ke atas permukaan air.

Sekali peletakan, capung betina bisa  meletakkan sekitar 300 telur. Beberapa raus capung betina bahkan bisa jadi meletakkan telur-telur mereka di tempat yang sama. Bisa dibayangkan, jika satu ekor capung meletakkan 300 telur dan ada ratusan capung yang meletakkan telur, ada berapa ya semua telur yang diletakkan? Tentu saja jumlah ini akan menutupi sebagian wilayah perairan. Betulkah? Mungkin saja, tapi pasti si Capung juga memiliki pertimbangan, daerah perairan mana yang mau dia jadikan sebagai tempat meletakkan telur. Daerah yang jauh dari jangkauan manusia dan jarang diusik, misalnya ;)

Gambar : chafunk