Mengapa Langit Malam Gelap?

by | 01-01-2010

post-arrow

Artikel pertama di blog Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit berwarna biru hanya di siang hari yang cerah. Di malam hari langit berwarna gelap. Mengapa langit malam gelap? Mula-mula kita akan berpikir bahwa tentu saja malam hari gelap karena matahari tidak tampak. Namun kita tahu bahwa matahari hanyalah satu buah bintang, sementara terdapat jutaan, miliaran, bahkan triliunan bintang-bintang lain di semesta. Galaksi kita memiliki 200 miliar bintang, dan semesta berisi lebih dari 100 miliar galaksi. Sebagian besar di antara bintang-bintang itu memancarkan cahaya. Seharusnya cahaya dari semua bintang itu cukup untuk membuat langit tetap . . . . . .

Capung Berendam ya?

by | 07-28-2009

post-arrow

Suatu sore yang syahdu, haha. Saya masih ingat, tanah kelahiran saya di daerah Balige (Sumatra Utara) adalah tempat yang sangat asri. Banyak jenis tumbuhan maupun hewan yang bisa dengan mudah saya jumpai; mulai dari tumbuhan liar yang ternyata dijadikan lalap makanan oleh orang Sunda, hingga hewan-hewan kecil yang ternyata susah ditemukan di kota. Salah satu hewan yang paling saya suka saat masih di Balige adalah Capung. Kalau sekarang sih, menemukan capung bukanlah hal yang terlalu sulit di Bandung, tapi nggak gampang juga. Nah, kalau lagi beruntung menemukan capung, amati deh kebiasaannya. Capung ini suka berendam di air lho. Tapi uniknya, . . . . . .

Ketindihan Sewaktu Tidur

by | 07-24-2009

post-arrow

Mungkin diantara temen-temen ada yang pernah mengalami “Ketindihan” sewaktu tidur. Banyak orang yang lantas menganalogikannya sebagai gangguan mahluk asing, setan, dll. Dooh, hari gini masih berpikiran klenik? Dunia kedokteran punya istilahnya : Sleep Paralysis. Penasaran? Yuk kita bahas! ;) Gejala yang awam dirasakan oleh orang yang pernah mengalaminya adalah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak. Rasanya ada yang menindih tubuh kita, tapi kita nggak bisa berbuat sesuatu untuk minta tolong. Biasanya, akan ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga . . . . . .

Warna Awan

by | 07-18-2009

post-arrow

Kenapa warna awan berubah-ubah, dan nggak sama? Apa sih yang menentukan warna awan? Warna awan sangat dipengaruhi oleh Matahari, bisa juga dipengaruhi oleh warna awan sekitarnya. Lha koq? Sebenarnya, semakin tebal awan, semakin gelap warnanya. Bila sinar Matahari menimpa awan, air di dalam awan dapat memantulkan sinar Matahari atau menyerapnya. Efeknya akan menipiskan atau mencairkan kekuatan cahaya Matahari yang menembus awan. Warna asli awan adalah putih. Jadi, jika panjang gelombang sinar tampak dari Matahari, di dalam spektrum sinar Merah hingga Lembayung, sinar tersebut akan terpencar secara merata, menghasilkan sinar putih. Jadi, jika awan tidak menutupi Matahari, warnanya akan putih. Nah, . . . . . .

Koq Air Laut Nggak Membeku?

by | 07-18-2009

post-arrow

Mengapa Air Laut Tidak Membeku? Bu guru bilang, suhu pembekuan tetesan airadalah sekitar 1 derajat, untuk setiap 75 satuan tekanan yang disebut atmosfer. Apakah dengan ini kita bisa menyatakan bahwa titik beku juga akan berubah karena tekanan? Apakah tekanan akan mempengaruhi titik beku air? Yuk ikuti ceritanya sampai akhir! :) Air di laut tidak membeku tidak membeku, disebabkan oleh beberapa faktor. Disamping tekanan, faktor salinitas dan panas juga mempengaruhinya. Air laut merupakan air garam, dimana garam turut serta dalam proses pembekuan. Tetapi, pada kedalaman satu mil, terdapat panas yang berasal dari dalam Bumi yang perlu dipertimbangkan, karena tentu saja, tidak . . . . . .

Apakah Kompas Selamanya Menunjukk...

by | 07-18-2009

post-arrow

Kita sering mendengar, kalau tersesat di hutan atau dimana pun dimana kita nggak tahu arah, gunakanlah kompas. Namanya juga alat penunjuk arah, seketika alat ini akan menunjukkan arah Utara, sehingga kita dapat mengetahui arah mata angin lainnya. Ups, ngomong-ngomong, kita nggak sedang membicarakan Koran Kompas ya ;) Andaikan pemikiran usil kamu itu datang. Dan kali ini, terbersit pertanyaan, “Apakah jarum kompas tetap akan menunjukkan ke Utara, seandainya bidang magnet Bumi berubah arah?” Jarum kompas adalah sebuah magnet kecil yang sejajar dengan garis-garis bidang magnetik Bumi; dimana garis-garis imajiner ini berkumpul di Greenland. Jika terjadi perputaran mendadak seketika pada bidang magnet . . . . . .

Komposisi Tinja

by | 06-29-2009

post-arrow

Biasanya, kalau makan pedas, jarang sekali kita bisa makan sedikit. Pengen nambah dan nambah lagi. Sepakat nggak sih? Aha! Apalagi kalau makanannya enak menggoyang lidah. Perut yang tadinya kosong pun diisi dengan aneka rasa, aneka makanan. Kalau perut sudah terasa kenyang, nggak lama kemudian biasanya kita merasakan adanya kontraksi dari dalam. Saya menyebutnya sebagai bokshow, alias boker show. Hahaha. Begitulah, apapun istilahnya buat orang yang buang hajat. Saat kontraksi di perut semakin terasa, ada baiknya kita nggak menunda-nunda ke kamar mandi. Kenapa ya? Tentu saja ada alasannya. Nggak lain nggak bukan, karena kandungan tinja itu sendiri. Hei, memangnya, komposisi tinja . . . . . .

Evolusi dan Teori Peluang

by | 06-20-2009

post-arrow

Artikel saya tentang evolusi ternyata menuai banyak kritikan, pertanyaan, maupun jawaban. Beberapa malah mengungkapkan evolusi menurut perspektifnya masing-masing, dari kacamata yang sedikit kontradiktif ; antara agama dan sains. Pertentangan terjadi sana sini, argumen seperti apapun rasanya nggak bis menunjukkan benang merah dari masalah yang sedang dibahas. Bagaimana kalau sekarang kita lihat Evolusi sebagai bagian dari Teori Peluang?  :) Sejujurnya, ide diatas bukan ide saya. Seorang teman pernah menuliskan ini sebelumnya, dan saya menemukan hal yang menarik. Dia mengemukakan bahwa kehidupan yang kita jalani sekarang–organisme hidup di Bumi, tubuh manusia dibentuk oleh jutaan sel, bentuk tubuh manusia modern–berhubungan dengan teori peluang. . . . . . .

Yang Lucu Tapi Mematikan

by | 06-20-2009

post-arrow

Hai! Lagi pada libur begini, ada yang lagi jalan-jalan ke pantai nggak? Asik juga lho, refreshing dan recharging energi selama liburan dengan jalan-jalan ke pantai. Selain kita bisa menikmati pemandangan yang nggak biasa kita temuin di tengah kesibukan sehari-hari, merasa lebih segar, kita juga makin dekat dengan alam. Ya kan? Tapi, kalau memang ada yang berencana jalan ke pantai, hati-hati yah! Jangan sampai terpisah dari rombongan! Mau tau kenapa? Mau tau kenapa? :) Karena di pantai ada beberapa hewan yang tampak ucu, tapi bisa mematikan. Layaknya anak kecil yang mudah excited dengan banyak hal-hal baru, mungkin rasa ingin tahu kalian . . . . . .

Jika Bumi Berputar, Mengapa Atmos...

by | 06-11-2009

post-arrow

Jika Bumi terus berputar, mengapa atmosfer nggak hilang ke ruang angkasa? Apa Atmosfer tersebut tetap aja di tempatnya, dan tidak terpengaruh oleh perputaran Bumi? Agar dapat meninggalkan planet, udara harus bergerak dengan kecepatan yang sama dengan escape velocity. Ini berarti bahwa atmosfer harus bergerak seperti angin sangat kencang. Pada dasarnya, pergerakan Bumi tetap mempengaruhi angin., namun pengaruhnya tidak cukup besar untuk menembus escape velocity. Namun demikian, ada juga beberapa molekul udara yang mencapai escape velocity. Inilah sebabnya, mengapa atom paling ringan seperti Hidrogen dan Helium dapat mengorbit di bagian atas atmosfer. Artikel disarikan dari : Kalau Einstein lagi Cukuran Ngobrolin . . . . . .